Mengenai Saya

Foto saya
I’m not an idealist, I’m a realist

Arsip Blog

Senin, 19 Maret 2012

Artikel BK belajar+karir


Quo Vadis

Banyak sekali dijumpai para pelajar dan mahasiswa yang merasa menyesal dengan sekolah, universitas, dan jurusan yang sudah dipilihnya. Para pelajar atau mahasiswa tersebut menyesal karena sekolah atau universitas yang dipilihnya ternyata tidak sesuai dengan keinginan dan harapannya. Hal ini terjadi karena pada masa pemilihan sekolah atau universitas para pelajar hanya mengikuti arus dimana teman-temannya masuk dan mendaftar ke suatu universitas tertentu tanpa memperhitungkan secara cermat faktor atau hal-hal yang penting dalam memilih tempat pendidikan lanjutan. Memang pada awalnya pelajar tersebut akan berpikiran bahwa dengan masuk dan mendaftar ke sekolah atau universitas tertentu yang banyak diminati teman-temannya akan menguntungkan dirinya dalam beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru, tidak akan kesulitan dalam mencari teman dan sudah pasti ada yang membantu karena sudah ada yang dikenal. Namun seiring berjalannya waktu, pelajar tersebut akan merasa kesulitan apabila sekolah, universitas atau jurusan yang dipilihnya ternyata tidak sesuai dengan bakat dan minat pelajar tersebut, ia akan merasa sangat kesulitan mengikuti ritme pembelajaran ditempat itu. Apabila hal yang demikian sudah terjadi maka kemungkinan besar pelajar atau mahaiswa tersebut akan mengundurkan diri atau memilih untuk pindah ke jurusan yang diminati dan sesuai dengan bakat dan minatnya.
Kasus seperti tertulis diatas seringkali kita jumpai disekitar kita, atau bahkan kita alami sendiri. Kasus semacam itu dapat dicegah melalui peran serta barbagai pihak. Dalam hal ini peran guru, khususnya guru bimbingan dan konseling dapat dimaksimalkan untuk memberikan layanan informasi. Memberikan berbagai informasi menyangkut berbagai universitas dan jurusan-jurusan yang ada. Guru juga dapat memberi informasi tentang jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat siswa. Selain itu, peran serta orang tua juga menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan pemilihan sekolah, universitas atau jurusan yang akan dipilih siswa. Tidak sedikit orang tua yang memiliki sifat otoriter (Commando Parents)[1], dimana siswa harus taat dan tunduk terhadap apa kemauan orang tua. Tipe orang tua seperti ini seringkali mengabaikan bakat dan minat yang dimiliki anaknya. Sebagai contoh seorang siswa yang kurang berminat dalam mata pelajaran kimia, fisika dan biologi dipaksa masuk ke jurusan ipa karena orang tua siswa tersebut ingin anaknya kelak bekerja sebagai dokter, padahal siswa tersebut memiliki ketertarikan dan bakat dalam sastra dan ingin masuk ke jurusan bahasa. Dalam praktiknya siswa itu mungkin dapan memenuhi standar nilai yang ditetapkan, namun siswa itu belum tentu mengerti apa yang dipelajarinya, karena siswa tersebut belajar berdasarkan ketakutaan dengan orang tuanya. Akan berbeda dengan orang tua yang memahami apa bakat minat cita-cita yang dimiliki anaknya, walaupun orang tua siswa tersebut berkeinginan anaknya kelak bekerja sebagai pengacara atau hakim, namun orang tua siswa tersebut melihat baahwa anaknya memiliki bakat dan ketertarikan dalam dunia mengajar, maka orang tua tersebut akan menyarankan anaknya agar masuk ke universitas yang memiliki fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Apabila hal ini terjadi maka anak tersebut tidak akan merasa tertekan dalam belajar, dapat menikmati proses pembelajaran yang dilaluinya, merasa bahwa orang tuanya memperhatikan dirinya dan yang paling penting anak itu akan menjadi lulusan yang benar-benar memiliki ilmu pada disiplin ilmu yang dipilihnya dan berdedikasi terhadap pekerjaannya. Maka agar siswa tidak salah dalam memilih jurusan, sekolah atau universitas maka diperlukan peran serta guru dan orangtua, haruslah terjadi sebuah keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua. Orang tua memberi kebebasan yang bertanggung jawab terhadap pilihan anak mengenai jurusan, sekolah atau universitas sesuai bakat dan keinginannya, sehingga dalam hal belajar anak mendapatkan rasa nyaman tanpa ada tekanan dan tuntutan yang terlalu berat dari orang tua, dan kelak anak pun juga dapat bekerja sesuai dengan keinginan dan bakatnya.


[1] tipe pemegang kendali semua aktivitas anak-anak mereka. Mereka akan meberikan berbagai macam peraturan yang harus dipatuhi oleh anak-anak mereka, dan tidak membiarkan mereka melakukan kesalahan. Alasan utama perilaku tipe orang tua ini, adalah agar anak mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Inilah tipe orang tua otoriter sejati, yang membatasi ruang gerak anak mereka, baik dalam tindakan maupun berpendapat.



Ditulis oleh : Yudha Satria Utama

Minggu, 18 Maret 2012

BK Karir


Dalam perkembangannya, mayoritas siswa SMA akan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi. Walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan memilih bekerja, walaupun dengan bekal ketrampilan yang pas-pasan. Mayoritas siswa lulusan SMA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi pada umumnya akan mengalami masa dimana ia akan dihadapkan pada beberapa pilihan perguruan tinggi dan jurusan yang akan dipilihnya kelak. Namun ada juga siswa yang langsung dapat menetapkan pilihan jurusan yang dipilihnya tanpa merasa ragu. Untuk mengantisipasi siswa yang memilih jurusan dengan sembarangan dan tanpa pertimbangan, pemberian informasi tentang tips atau informasi mengenai pemilihan jurusan perlu disebarkan kepada seluruh siswa. Berikut merupakan kiat untuk  memilih jurusan.

1.    Disesuaikan dengan bakat, minat dan cita-cita yang dimiliki, apabila siswa memilih jurusan ssesuai dengan bakat dan minatnya maka dalam berkuliah kelak siswa itu akan merasa nyaman dan tidak merasa tertekan karena berada di lingkungan yang disukainya, berbeda apabila siswa tersebut memilih jurusan karena terpaksa, dipaksa orang tuanya masuk di fakultas yang belum tentu sesuai dengan bakat dan minatnya, maka dalam berkuliah siswa itu akan merasa tertekan.
2.    Aktif mencari informsi, Siswa perlu mencari informasi yang banyak untuk bahan pertimbangan memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari berbagai sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, konsultan pendidikan, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya.  Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui.
3.    Lokasi dan biaya, Biaya merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan, banyak biaya yang keluar, contohnya  pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya.  Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa yang ada di universitas yang dipilih.
4.    Status Akreditasi, Status ini diberikan unuk program studi yang diselenggarakan dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi status akreditasi bukan satu-satunya kebanggan untuk melihat perguruan tinggi bermutu, masih banyak faktor lainnya.
5.    Peluang pekerjaan, Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur dan tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja,tetapi juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil akan dapat memudahkan untuk mendapat pekerjaan.

Senin, 12 Maret 2012

satlan bk belajar



           YAYASAN SEKOLAH KRISTEN WIDYA WACANA
              SMP KRISTEN WIDYA WACANA  SURAKATRA
  
                                      Jl. P.Lumban Tobing 12 Surakarta. Telp 0271-637669
 

Kelas                                                     : VIII-C
Semester/Tahun                              : II/2011-2012
Waktu Pelaksanaan                        : Rabu, 12 April 2012
Alokasi Waktu                                   : 1 X 45 menit
Tempat                                                                : Ruang Kelas VIII-C
Layanan/Bidang Bimbingan         : Penguasaan konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan             :  Mengatur waktu belajar
Fungsi Layanan                                 : Pengembangan
A.   Tujuan Khusus                            : Siswa dapat mengatur waktu belajar dengan baik         
B.    Materi Layanan                          : Terlampir
C.    Metode                                         : Ceramah dan diskusi
D.   Kegiatan Awal                             :
Ø  Guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai kegiatan
Ø  Guru melakukan kegiatan apersepsi
Ø  Guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan disampaikan
Kegiatan Inti
1.       Eksplorasi
Ø  Guru memberikan ceramah tentang mengatur waktu belajar
2.       Elaborasi
Ø  Guru membagi kelompok untuk diskusi
3.       Konfirmasi
Ø  Guru memberikan pedoman diskusi tentang mengatur
Ø  Siswa mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan Akhir
Ø  Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
Ø  Guru memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan

E.    Alat dan Media                           : Laptop, LCD, Spidol
F.    Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut                                               
v Penilaian Proses:
Ø  Guru mengobservasi proses kegiatan layanan
v Penilaian Hasil
·      Penilaian Laiseg
Ø  Menilai berapa banyak siswa yang berhasil berkonsentrasi dalam permainan
·      Penilaian Laijapen
Ø  Memberikan latihan pada siswa tentang menyusun jadwal belajar
·      Penilaian Laijapang
Ø  Memantau perkembangan siswa dalam mengatur waktu belajar
v Tindak Lanjut
Ø  Memberikan layanan konseling pada siswa yang tidak berhasil menyusun waktu belajar dengan baik
G.   Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung     : Himpunan Data
H.   Sumber                                                                                          : www.sekolahindonesia.com
I.      Biaya                                                                                               : Rp 100,- (foto copy)


Salatiga, 12 April 2012
Mengetahui

Kepala Sekolah                                                                                                 Perencana Layanan        

_________________                                                                                   _________________














Lampiran 1
MENGATUR WAKTU BELAJAR YANG BAIK
Seorang siswa harus bisa mengatur jadwal antara belajar dengan kegiatan-kegiatan lain dengan baik agar siswa itu sendiri tidak merasa jenuh dan bosan terhadap jadwal yang harus dilaluinya hari demi hari. Apabila siswa dapat mengatur jadwal belajarnya sendiri dengan baik maka siswa tersebut secara langsung juga akan bersemangat dan beergairah menjalani jadwal yang sudah diaturnya sendiri. Akan berbeda kondisinya apabila jadwal belajar yang harus dijalaninya merupakan jadwal yang diatur atau ditentukan oleh orang tua siswa tersebut secara sepihak tanpa berkoordinasi dengan siswa yang bersangkutan terlebih dahulu, siswa tersebut akan menjalani jadwal tesebut bukan dengan senang hati, tatapi dengan setengah hati, terpaksa. Hal ini terjadi karena siswa tersebut belum tentu menyukai jadwal yang sudah ditentukan secara sepihak oleh orang tuanya tersebut. Untuk menentukan jadwal belajar yang baik perlu sebuah sinergi dan kerjasama yang baik antara siswa dan orang tua, hal ini diperlukan agar siswa yang menentukan jadwal belajarnya tidak menjadi terlalu bebas, orang tua dapat memberi pengawasan apabila jadwal yang sudah diatur dirasa melenceng atau kurang tepat. Berikut ini langkah-langkah untuk menentukan jadwal belajar yang efektif.
Rencana Jadwal Belajar Efektif:
  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  • Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri.
·         Semua orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap harinya. Dalam satu minggu kita menghabiskan 168 jam. Setengah dari waktu yang kita gunakan habis karena empat hal, yaitu: tidur, makan, bergaul dan hubungan interpersonal.
·         Sering kali ditemui bahwa banyak siswa yang masih belum dapat mengatur waktu dengan cara efisien sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal yang tentunya sangat penuh dengan aktivitas dan juga kegiatan belajar.
·         Masalah yang muncul dalam mengatur waktu adalah jika setiap hari kita memiliki kegiatan dan sulit untuk dikontrol, maka masalah akan muncul. Masalah yang muncul tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perencanaan yang tidak terorganisasi, tidak jelas, melenceng, tidak konsisten, tidak ada tujuan, dan kurang efektif dalam menggunakan waktu. Akan sangat membantu jika kita menuliskan beberapa masalah yang muncul dalam pengaturan waktu.





Lampiran 2
Pedoman Diskusi Kelompok
1.       Apa yang kamu sudah menentukan jadwal belajar harian?
2.       Apa yang membuat sulit menjalani jadwal belajarmu sendiri?
3.       Apa yang membuatmu kesulitan mengatur jadwal belajar?









































Lampiran 4
Pedoman Observasi
Aspek yang diamati
Jumlah
Siswa  yang mengobrol saat materi disampaikan

Siswa yang bertanya

Siswa yang tidak  mampu memperhatikan

Siswa yang memperhatikan

Siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok

Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi

Kelompok yang tidak berdiskusi dengan baik


LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan                             : Mengatur Waktu Belajar
Kelas                                                           : VIII-C SMP Kristen Widya Wacana Surakarta
Waktu   Pelaksanaan                                    : Rabu, 12 April 2012
Hasil                                                             : Siswa dapat mengatur waktu belajar yang baik
Kegiatan awal diceritakan                             : Menciptakan konsisi kelas yang kondusif
Kegiatan inti diceritakan                                : Ceramah penyampaian materi
Kegiatan akhir diceritakan                            : Penyampaian hasil diskusi
Hasil penilaian proses diceritakan                  : Mengamati proses diskusi
Hasil penilaian laiseg diceritakan                : Semua siswa bersemangat mendengarkan materi
Hasil penilaian laijapen diceritakan           : membimbing siswa mengatur jadwal belajar
Hasil penilaian laijapang diceritakan         : berkoordinasi dengan wali kelas untuk memantau jadwal belajar siswa